aun sirih (Piper betle L) bukanlah sekadar daun biasa. Daun ini begitu lekat dengan tradisi Nusantara yang berkembang sejak ratusan tahun lalu. Dalam tradisi Melayu, sirih menjadi simbol penghormatan. Hal ini terlihat pada aneka upacara penyambutan tamu ataupun upacara pernikahan.
Jejak informasi ini dapat dilacak melalui pantun, upacara dan ornamen adat, serta literatur tertulis. Pemantun Melayu Datuk Ahmad Fauzi sering menggunakan kata sirih untuk menyampaikan pesan pihak lelaki ataupun perempuan. Salah satu pantunnya:
Khasiat dan Sejarah dalam Selembar DaunSenin, 17 Mei 2010 | 03:03 WIB Daun sirih (Piper betle L) bukanlah sekadar daun biasa. Daun ini begitu lekat dengan tradisi Nusantara yang berkembang sejak ratusan tahun lalu. Dalam tradisi Melayu, sirih menjadi simbol penghormatan. Hal ini terlihat pada aneka upacara penyambutan tamu ataupun upacara pernikahan.
Jejak informasi ini dapat dilacak melalui pantun, upacara dan ornamen adat, serta literatur tertulis. Pemantun Melayu Datuk Ahmad Fauzi sering menggunakan kata sirih untuk menyampaikan pesan pihak lelaki ataupun perempuan.
Salah satu pantunnya: Sirih puan bercambul lima//indah berukir kepala naga//Sirih tuan sudah kami terima//sudah disantap sanak keluarga. Pantun pendek ini biasa disampaikannya mewakili pihak perempuan ke pihak lelaki sebelum acara akad nikah saat menerima hantaran tepak sirih.
Pada upacara pernikahan Melayu, pihak lelaki mesti memberikan tepak sirih ke pihak perempuan. Dalam tepak sirih hantaran tersebut biasanya terselip pantun untuk kedua mempelai. Satu paket tepak sirih berisi daun sirih, buah pinang, getah gambir, bubuk kapur, dan rajangan daun tembakau.
Sebagian orang kadang menambahkan dengan pucuk bunga cengkeh. Semakin banyak tepak sirih yang diberikan ke pihak perempuan, menandakan besarnya keluarga pihak lelaki. Sirih juga menjadi simbol penghormatan tuan rumah kepada tamu yang datang.
Tradisi ini masuk ke acara resmi pemerintah manakala sebuah acara resmi dihadiri oleh pejabat yang dihormati warga. BertahanKepala Adat Kesultanan Negeri Serdang, Sumatera Utara, Tengku Luckman Sinar mengatakan, penggunaan sirih pada acara adat masih bertahan hingga kini.
Para penjual daun sirih juga masih banyak terdapat di pasar-pasar tradisional di Medan. Penggunaan sirih bukan saja pada acara adat, melainkan juga dipakai untuk penyambung komunikasi antarwarga sehari-hari. Saking terhormatnya, orang Melayu menyediakan tempat khusus yang disebut tepak sirih atau sebagian orang menyebut cerana.
Tepak sirih biasanya berbentuk empat segi seperti peti kecil yang terbuat dari logam kuningan atau perak. Di dalam tepak sirih, terdapat kotak-kotak kecil sebagai tempat sirih, kapur, getah gambir, maupun tembakau. Tidak saja dalam adat Melayu, sirih juga menduduki tempat yang terhormat dalam tradisi Batak Toba, Karo, Simalungun, dan Nias. Sebagian menjadikannya sebagai makanan kecil di sela-sela perbincangan dengan kerabat.
Luckman menuturkan, memakan sirih juga menjadi bagian tradisi Nusantara. Selain keperluan adat, banyak warga yang memakai daun sirih untuk kepentingan kesehatan. Rimba Tumiur beru Sinaga (50), perempuan Batak Toba, mengaku sebagai pemakan daun sirih selama 30 tahun terakhir. Dia meyakini meminum air rebusan sirih yang dicampur buah pinang dan kapur bisa mencegah keputihan. Rimba juga suka memakan ramuan daun sirih untuk menguatkan giginya.
Ditemui di Pasar Peringgan, Medan, akhir Desember lalu, dia sedang mengunyah ramuan daun sirih sambil melayani pembeli. Dia juga menjual aneka ramuan daun sirih setiap paket Rp 10.000 yang berisi seikat daun sirih, getah gambir, dan sebungkus plastik kecil kapur bubuk. Ketua Lembaga Penelitian Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Posman Sibuea mengatakan, daun sirih merupakan sumber antioksidan.
Daun sirih mengandung minyak atsiri oleoresin yang diekstrak dengan destilasi uap. Minyak ini bermanfaat sebagai senyawa pembangkit rasa (flavouring agent) selain sebagai antiseptik. Ekstrak daun sirih juga berfungsi sebagai antioksidan (flavonoid) yang aktif mengikat oksigen.
Pengikatan oksigen pada produk pangan, katanya, dapat meningkatkan stabilitas oksidatif produk pangan. Jadi, ekstrak daun sirih memiliki dua peran, yaitu sebagai antioksidan yang menangkap radikal bebas (scavenging of free radical) dan pengikat oksigen (singlet oxygen quenching). Kedua peran antioksidasi yang dimiliki daun sirih ini menempatkannya sebagai pangan fungsional yang memberikan efek menyehatkan bagi tubuh.
Asal-usul Banyak orang penasaran dari mana asal-usul sirih mulai dikonsumsi manusia. Pendiri Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Mahyudin Al Mudra, meyakini tradisi makan sirih berkembang di masyarakat sekitar 3.000 tahun lalu, tepatnya di zaman neolitik. Hal ini dibuktikan dengan temuan arkeologis berupa gigi fosil manusia yang sangat kuat.
Hasil penelitian arkeologis menyebutkan adanya zat-zat kimia yang membuat gigi manusia menjadi sangat kuat. Kekuatan itu berasal dari zat di dalam campuran sirih seperti kapur (yang berasal dari cangkang kerang yang ditumbuk). Mahyudin menyebutkan, saat ini ada dua dugaan asal-usul tradisi makan sirih itu.
Dugaan pertama, tradisi makan sirih berasal dari India. Hal ini dibuktikan dengan catatan pelaut Marcopolo yang melakukan perjalanan pada abad ke-13 bahwa orang India suka memakan segumpal tembakau.
Dugaan yang kedua, tradisi makan sirih berasal dari Nusantara (Indonesia sekarang). Hal ini pernah diungkapkan oleh pengelana Ibnu Batutah dan belakangan Vasco da Gama yang menyebutkan, ada kebiasaan dari orang-orang di Timur (Indonesia) memakan sirih. Mahyudin lebih meyakini tradisi makan sirih berasal dari India.
Pada masa lampau, di India sirih digunakan bukan untuk dimakan, tetapi untuk persembahan dewa di kuil-kuil. Bersama dengan sirih, persembahan lainnnya berupa kelapa yang dibelah dua dan pisang emas. Lambat laun, penggunaan sirih berkembang seperti sekarang setelah adanya proses akulturasi budaya.
Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Ichwan Azhari lebih percaya bahwa kebiasaan memakan sirih berasal dari Asia Tenggara sekitar abad ke-15. Sirih sejak lama menjadi makanan untuk beramah tamah sehari-hari.
Bukti-bukti tertulis ini disampaikan oleh juru tulis China, Ma Huan dan Anthony Reid, dalam catatan masing-masing. Orang-orang Asia Tenggara, tutur Ichwan, menyukai ramuan daun sirih karena menimbulkan dampak yang mengenakkan. Daun sirih selalu dicampur dengan buah pinang, getah gambir, dan kapur kerang yang dihancurkan. (ndy/mar)
sumber:: http://www.lizaherbal.com/
Cari Blog Ini
Selasa, 21 Juni 2011
Rabu, 15 Juni 2011
Tips Sehat Minum Kopi
1. Dosis
Memang belum ada ukuran yang pasti untuk dosis kopi yang boleh dikonsumsi orang. Namun kebanyakan penelitian mengungkapkan bahwa minum 300 mg caffeine (sekitar 1 sampai 3 cangkir kopi sehari) tidak memberikan efek negative pada kebanyakan orang sehat.
2. Sinyal Bahaya
Ketika mereguk kopi memang terasa nikmat, namun sering kali diikuti dengan sejuta rasa bersalah. Kenali sinyal bahaya kopi sehingga kita tahu kapan harus berhenti minum kopi. Sinyal bahaya itu antara lain: gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah). Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami “caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat caffeine dosis baru.
3. Dengarkan Respon Tubuh
Setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang sama. Ada yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi. So, cara terbaik adalah dengarkan respon tubuh sendiri!
4. Kenali Kandungan Caffeine
Setelah mengetahui dosis dan respon tubuh, ada baiknya kita mengetahui kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi. Agar jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung caffeine sehingga merasakan efek buruk kopi. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan kandungan caffeine seperti misalnya : softdrink, permen kopi, teh, coklat, obat sakit kepala.
Cara pengolahan (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg caffeine.
Dari penelitian lain, kopi decaf (kopi tanpa caffeine) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol “baik”) sekitar 50%. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.
5. Coffee Mix
Lima milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Namun kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol kurang baik terutama pada orang dengan gangguan hati dan campuran kopi dengan cream juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi kalori yang berlebih. Caffeine juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Bagi yang sedang mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Banyak yang beranggapan teman terbaik kopi adalah rokok. Eits, jangan salah. Seorang peminum kopi sejati tidak merokok! Rokok dapat mengurangi nikmatnya ngopi lho…
6. Kelompok Anti-Kopi
Kelompok berikut disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi). Nah, kalau sudah termasuk kelompok ini, lupakan kopi!
7. Check Up
Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini adalah ukuran tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk penatalaksanaan selanjutnya. JNC VII mengklasifikasikan hipertensi sebagai berikut :
Klasifikasi
Sistolik (mmHg)
Diastolik (mmHg)
Normal
< 120
Dan
160
Atau
> 100
Demikianlah “7 Tips Sehat Minum Kopi“.
By:: http://dwiyuni.wordpress.com
Memang belum ada ukuran yang pasti untuk dosis kopi yang boleh dikonsumsi orang. Namun kebanyakan penelitian mengungkapkan bahwa minum 300 mg caffeine (sekitar 1 sampai 3 cangkir kopi sehari) tidak memberikan efek negative pada kebanyakan orang sehat.
2. Sinyal Bahaya
Ketika mereguk kopi memang terasa nikmat, namun sering kali diikuti dengan sejuta rasa bersalah. Kenali sinyal bahaya kopi sehingga kita tahu kapan harus berhenti minum kopi. Sinyal bahaya itu antara lain: gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah). Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami “caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat caffeine dosis baru.
3. Dengarkan Respon Tubuh
Setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang sama. Ada yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi. So, cara terbaik adalah dengarkan respon tubuh sendiri!
4. Kenali Kandungan Caffeine
Setelah mengetahui dosis dan respon tubuh, ada baiknya kita mengetahui kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi. Agar jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung caffeine sehingga merasakan efek buruk kopi. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan kandungan caffeine seperti misalnya : softdrink, permen kopi, teh, coklat, obat sakit kepala.
Cara pengolahan (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg caffeine.
Dari penelitian lain, kopi decaf (kopi tanpa caffeine) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol “baik”) sekitar 50%. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.
5. Coffee Mix
Lima milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Namun kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol kurang baik terutama pada orang dengan gangguan hati dan campuran kopi dengan cream juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi kalori yang berlebih. Caffeine juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Bagi yang sedang mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Banyak yang beranggapan teman terbaik kopi adalah rokok. Eits, jangan salah. Seorang peminum kopi sejati tidak merokok! Rokok dapat mengurangi nikmatnya ngopi lho…
6. Kelompok Anti-Kopi
Kelompok berikut disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi). Nah, kalau sudah termasuk kelompok ini, lupakan kopi!
7. Check Up
Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini adalah ukuran tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk penatalaksanaan selanjutnya. JNC VII mengklasifikasikan hipertensi sebagai berikut :
Klasifikasi
Sistolik (mmHg)
Diastolik (mmHg)
Normal
< 120
Dan
160
Atau
> 100
Demikianlah “7 Tips Sehat Minum Kopi“.
By:: http://dwiyuni.wordpress.com
Langganan:
Komentar (Atom)